Pengikut

Rabu, 17 Oktober 2018

KISAH FORMULA 99

Dikisahkan ada seorang Raja yang sedang termenung melihat taman didepan istananya.

Ia gelisah karena tak pernah merasakan ketenangan dan sulit sekali menemukan kebahagiaan.

Kesihatannya mulai menurun karena ia mulai susah tidur karena banyaknya fikiran yang mengganggu.
Padahal selama ini ia tidur didalam kamar yang mewah dan tilam yang empuk.

Ditengah lamunannya, sang raja melihat seorang tukang kebun yang sedang bekerja sambil tertawa.
Setiap hari ia datang dengan senyuman dan pulang dengan keceriaan.
Padahal gajinya hanya cukup makan dan rumahnya pun begitu sederhana.
Tak pernah tampak kesedihan di wajahnya.
Saat dia pulang keluarganya telah menunggu dengan hidangan makan yang seadanya dan keluarga kecil ini pun makan dengan bahagia.

Raja pun hairan melihat orang ini.
Ia memanggil penasihatnya dan bertanya, “Hai penasihatku, telah lama aku hidup ditengah kegelisahan padahal aku memiliki segalanya. Tapi aku sungguh heran melihat tukang kebun itu. Tak pernah tampak kesedihan di wajahnya, kadang-kadang ia tertidur di bawah rendangnya pohon, seperti tak ada beban dalam hidupnya, padahal ia tidak memiliki apa-apa !”

Si penasihat tersenyum dan berkata, “Semuanya ditentukan dengan formula 99. Bila tukang kebun itu terkena formula ini, maka hidupnya akan gelisah dan ia tidak akan boleh tidur.”

“Apa yang kau maksud dengan formula 99?” tanya raja.

“Besok malam perintahkan prajurit untuk mengantarkan hadiah kepadanya. Sediakan satu kotak wang dan tulislah 100 Dinar. Namun isi lah kotak itu dengan 99 dinar saja.”

Raja pun menuruti saran dari penasihatnya. Ketika hari mulai gelap, prajurit mengetuk pintu rumah tukang kebun ini dengan membawa hadiah.

Si tukang kebun membuka pintu rumahnya dan terkejut melihat prajurit membawa kotak hadiah.

“Ini hadiah dari raja untukmu.” kata si prajurit.

“Ya, sampaikan terima kasihku kepada raja.” jawab tukang kebun sambil kegirangan melihat kotak dengan tulisan 100 dinar.

Belum pernah ia memiliki wang sebanyak itu.
Ia segera membawa masuk kotak itu dan menghitungnya bersama keluarga. Namun anehnya, jumlah wang didalam kotak itu hanya 99 dinar. Dia pun menghitung semula, tapi tetap jumlahnya 99.

Dia yakin, pasti ada wang yang jatuh. Dia mencari-cari di sekitar pintu, tapi tak menemukan apa-apa.
Akhirnya dia mencuba untuk menelusuri sepanjang jalan menuju istana. Semalaman ia mencari tapi tetap tidak menemukan apa-apa.

Matahari mulai terbit, raja beserta penasihatnya menanti tukang kebun ini.

Tak berapa lama dia datang dengan wajah yang masam dan berkerut.

Raja pun terkejut dan bertanya pada penasihatnya, “Apa yang terjadi? Tak biasanya ia datang dengan wajah seperti ini !”

Penasihat raja menjawab, “Duhai raja, begitulah kehidupan. Kita memiliki banyak hal namun kita mencari yang tidak kita miliki. Orang ini mendapatkan 99 dinar secara percuma namun ia sibuk mencari 1 dinar yang hilang.”

..............

Munculnya kegelisahan hati karena kita mencari sesuatu yang tidak kita miliki, sementara kita tidak pernah mensyukuri banyaknya anugerah yang kita punya.

Kisah ini memberi pelajaran yang sangat berharga bahwa nikmat Allah telah dicurahkan begitu banyak kepada kita, namun kita sibuk menanti sesuatu yang belum datang.

Allah swt berfirman,

لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Demi sesungguhnya! Jika kamu bersyukur nescaya Aku akan tambahi nikmatKu kepada kamu, dan demi sesungguhnya, jika kamu kufur ingkar sesungguhnya azabKu amatlah keras".
(QS Ibrahim:7)

Bila kita selalu sibuk mencari sesuatu yang tidak kita miliki, maka kita tidak akan punya waktu untuk menikmati kenikmatan yang sudah kita miliki.

Maka, janganlah kita sibuk mencari Satu yang hilang namun lupa dengan 99 kenikmatan yang ada di depan mata.

Renung-renungkan dan selamat beramal..

KISAH TELEKUNG BUSUK

Saya malu nak buka cerita ini. Namun, saya rasa penting juga jika sahabat semua tahu kesah yang menyedihkan ini.

Begini. Satu hari saya pergi party harijadi seorang kawan universiti. Itu adalah kali pertama saya ke rumah beliau. Masuk sahaja ke pagar rumah, di kiri kami ada laman hijau kecil dengan rumput karpet, kolam ikan, dan pasu-pasu bunga yang cantik. Mata ini terpegun. Owhhh sahabat ku sudah berjaya, beliau mampu hidup mewah sebegini. Alhamdulillah.

Melangkah masuk ke dalam rumah, ruang tamunya besar sekali (saya ketika itu masih tinggal rumah flat kecil 850 kaki persegi). Dalam hati, "Ya Allah. Ruang tamu ini sudah sebesar rumah flat kami." Ketika itu agak sedih juga kerana saya masih struggle dengan kerjaya. Masih duduk flat. :'(

Party Harijadi itu amat meriah sekali. Mewah dengan makanan, kek, kuih muih dan hadiah goodies bag. Anak-anak saya teruja. Ini adalah kali pertama kami merasai suasana meriah penuh kemewahan.

Sebelum pulang, saya meminta izin sahabat untuk tumpang solat asar. Beliau tunjukkan ruang solat, bilik air dan kemudian beri saya sepasang telekung dan sejadah.

Keluar sahaja dari bilik air, saya terus buka lipatan sejadah dan telekung. AllahuAkbar!

Sejadahnya sudah nipis dan lusuh sekali. Rambu ramba di hujung sejadah banyak yang dah terburai.

AIR MATA saya hampir menitik ketika saya hendak menyarung telekung. Telekungnya berkepam, sudah berbau masam. Kainnya sudah nipis sudah berwarna kekuningan. Telekung fesyen lama-lama dari kain cotton plain. BUSUK dan sungguh LUSUH sekali. Tali pengikat telekung di kepala hanya tinggal satu sahaja. Dagu telekung sudah bertahi lalat. AllahuAkbar!

Hiba sungguh hati ini. Keadaan sejadah dan telekung tidak SETIMPAL dengan kemewahan yang ada pada sahabat saya ini.

Hati ini terdetik.

Ya Tuhan.
Ketika kau kurniakan kemewahan dunia kepada sahabat ku ini, sejadah dan pakaian solatnya masih busuk buruk lagi doif. Di manakah letaknya IBADAH SOLAT di dalam list penting sahabat ku ini? Tidak malukah menghadap Tuhan Pencipta di dalam keadaan doif sebegitu?

Inilah realiti kehidupan kita di bumi Malaysia !!!
Kita mewah dunia. Miskin akhirat.
.
.
ALHAMDULILLAH.
Walaupun ketika itu rumah saya flat. Namun kami pastikan telekung kami sentiasa dalam keadaan tip-top. Setiap orang pasti ada 2-3 pasang telekung. Ada satu masa, hari raya, kami mampu hadiahkan semua mak sedara dan cousin perempuan sepasang telekung baru.

Ketika saya menulis ini, Allah telah kurniakan kami sedikit kemewahan. Kami kini tinggal di rumah kondo. Maka, kami juga telah upgradekan telekung kami. Sekarang kami sudah mampu beli telekung yang berharga RM200-300.  Alhamdulillah. Syukur.

Mungin sahabat semua boleh fikirkan sejenak...

Kita mampu membeli jubah raya RM200 sepasang, dan kita beli sampai 2-3 pasang, kasut designer RM200, jam tangan import RM300. Kita mampu beli henfon berharga RM2000. Renovate rumah puluh ribu. Namun. Namun, telekung solat kita ada yang sudah 5 tahun tidak berganti. AllahuAkbar.

Mulai sekarang, kita switch style kehidupan kita. Boleh?

Apa kata...
Jika kita mampu belli 3 jubah yang dipakai hanya sesekali sahaja sebulan. Apa salahnya kita mempunyai 3 pasang telekung untuk digunakan setiap hari. Setiap 2 minggu, tukar telekung baru. Mudah kan?

"Sesungguhnya, ketika bersolat, yang kau temu ialah RAJA bagi segala raja-raja di dunia. Cantikkanlah pakaian solat mu ketika bertemu NYA, Pemilik Khazanah dunia dan akhirat."

PS: #SHARE cerita ini untuk kita sama-sama mengingat sesama umat. Semuga ibadah solat kita semakin hari semakin baik dan bermutu. AAMMIN.

#KesahTelekungBusuk

Cerita ini di tulis oleh seorang penulis iaitu Puan June Mohd Som. Terima kasih kepada beliau, semoga cerita ini menjadi ikhtibar buat kita semua.... In sya ALLAH...